Tampilkan postingan dengan label KISAH HARI INI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISAH HARI INI. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Oktober 2016

BILA CINTA

Bila cinta bersemayam di hatimu,
Bersyukurlah perasaan itu hadir di jiwamu,
karena dia memang selalu datang bagai hantu.
Dia ada begitu saja di hatimu,
tanpa kau minta,
tanpa perlu kau cari sebabnya,
dan mustahil kau menghapusnya

Bila cinta menghiasi perasaanmu,
Nikmati saja rasa itu,
karena belum tentu dua kali dalam hidupmu
Kau bisa merasakan keindahan itu
Belum tentu di alam nyatamu
Kau dapati kenyataan seindah itu

Biarkan cinta bersemi di kalbumu
Menghiasi taman hayalmu
Meski kehadirannya terasa semu
Agar saat harimu sedang kelabu
Atau saat rindu merundungmu
Kau tahu ke mana mengadu
Kau bisa lupakan dukamu
Dan tetap merekahkan senyummu

Biarkan rasa itu
menghibur batinmu,
membuai jiwamu,
mewarnai ruang hayalmu
Karena alam nyatamu
Tak selalu bisa begitu
Tak selalu ramah kepadamu

Saat cinta hadir menyapa
Jangan berfikir selalu bisa merengkuhnya
Di dunia yang benar-benar nyata
Sebab cinta ada dalam dimensi berbeda
Ya... Nikmati saja rasa yang ada
Asal jangan terlalu terlena
Hingga kehilangan segalanya

Selagi kau bisa
Reguklah cinta yang kau punya
Nikmati manis madunya
Nikmati saja apapun adanya
Jangan biarkan berlalu begitu saja

Jumat, 07 Oktober 2016

TAK BERUBAH

Aku masih yang dulu
Aku tetap kekasihmu
Yang mencintaimu
Yang menyayangimu
Yang selalu memikirkanmu
Yang selalu terbayang-bayang kamu

Tak ada yang berubah di hatiku
Meski keadaan dan waktu berlalu
Perasaanku masih seperti itu
Hayalanku dan impianku tentangmu
Juga obsesiku
Masih seperti yang dulu

Aku tak bisa jauh darimu
Aku tersiksa tanpamu
Aku tetap ingin bersamamu
Karena bagiku
Kau milikku dan aku milikmu
Sejak jiwa raga kita menyatu
Tak seorangpun mampu mengubah itu
Selamanya selalu begitu

Mungkin kau berusaha berubah
Mengakhiri semua kisah
Membuang rasa yang terlalu indah
Mungkin kau ingin lupakan semua kisah
Yang terlanjur terukir dalam sejarah
Agar hatimu tak lagi resah

Tapi itu percuma saja
Karena kita tak akan pernah bisa
Menghapus cinta yang ada
Dan kalaupun bisa
Itu pasti hanya sementara
Karena ini takdir cinta kita

Percuma kau batasi dirimu dariku
Itu sama sekali bukan kamu
Sebab kita pada dasarnya satu
Aku adalah kamu
Dan kamu adalah aku
Rasaku juga rasamu
Rahasiaku juga rahasiamu
Hasratmu juga hasratku
Mimpiku juga mimpimu
Aku menginginkanmu
Kamu juga menginginkanku
Kamu akan selalu memikirkan aku
Aku akan selalu memikirkanmu

Mengingkari semua itu
Hanya membohongi diriku juga dirimu
Menyiksa batinku juga batinmu

Kamis, 16 Juni 2016

BERATNYA MENCINTA

Memang....
Rasa ini seharusnya lagi ada
Sejak takdir memisahkan kita
Memilihkan kita jalan berbeda

Seharusnya aku merelakanmu di sana
Karena mahligaimu begitu sempurna
Istanamu penuh bunga-bunga bahagia
Tak sepantasnya aku mengusiknya

Entah mengapa...
Rasa ini tetap saja ada
Tak sedikitpun aku mampu menghapusnya
Tak kuasa aku mengingkarinya

Wajahmu selalu datang menggoda
Setiap saat, di manapun aku berada
Pesonamu terlalu perkasa
Merajai jiwa yang tak henti mendamba

Aku sadar sesadar-sadarnya
Kau tak lagi pedulikan ini semua
Bagimu aku tak lagi ada
Tapi aku tak mampu berhenti memuja
Mengobsesikanmu sepenuh rasa

Hanya sepi dan kerinduan yang menyiksa
Menemani penantian yang tiada batasnya

Sabtu, 11 Juni 2016

KAMU TETAP ISTRIKU

Kini kamu di sana,
dan aku di sini
Kamu di istana mahligaimu,
Menjalani hari bersama keluargamu,
dan akupun begitu

Dinding pernikahan memisahkan aku dan kamu
Membatasi interaksi antara aku dan kamu
Menghalangi aku untuk memelukmu
Menutup jalan kita untuk kembali menyatu

Tapi tahukah kamu?
Di hatiku tetap dan selalu ada kamu
Kau pemilik tempat istimewa di jiwaku
Kau tetapi dan akan selamanya menjadi ratu,
Permasuriku di istana batinku

Siapapun kamu, di manapun dirimu
Tak mengubah catatan indah di hatiku tentangmu
Bagiku kau tetap milikku
Kamu istri sejatiku
Tak seorangpun mampu mengubah semua itu

Kamu teramat berarti di hidupku
Kamu pemilik cinta sejatiku
Kamu memenuhi pikiranku
Pesonamu senantiasa mengobsesiku
Membuai mimpi-mimpiku
Tanpa sedetikpun berlalu

Dik... Aku cintai kamu
Aku sayang kamu
Aku rindu kamu
Aku mengharapmu sepenuh rasaku

Jumat, 10 Juni 2016

KANGEN DAN TERSIKSA

Aku tahu kamu sedang tak ingin aku ganggu
Kamu tak mau aku menghubungimu.
Entah apapun alasanmu

Mungkin kamu memang ingin memulai hari tanpaku
Mungkin kamu ingin membuka lembaran baru
Atau apapun aku tak tahu...

Yang pasti...
Aku hanya berharap kamu tahu
Aku kangen kamu
Sangat-sangat merindukanmu
Aku begitu rapuh tanpamu
Begitu tersiksa jauh darimu

Aku kangen kamu
Meski hanya mampu menatap gambarmu
Menikmati senyum indahmu
Mencumbuimu di hayalku
Merengkuhmu di mimpi-mimpiku

Kamu terlalu istimewa di hatiku
Begitu berarti di kehidupanku
Aku sayang kamu
Sangat sayang kamu.

Senin, 30 Mei 2016

SUARAMU

Lega..... Ya, satu kata itulah yang mampu menggambarkan perasaanku setiap kali mendengar suaramu. Lembutnya nada suaramu selalu membuatku rindu, dan betah bicara berlama-lama denganku. 
Jelas kurasakan betapa kamu wanita cerdas dengan bahasa yang mudah dicerna. Bersamamu semua terasa begitu mudah dan sederhana. Ketenangan sikapmu mengingatkan aku pada sosok seorang ibu yang penuh kasih, tempatku merengek, merajuk, bermanja-manja dan menjalani hidup yang terasa mengalir santai penuh damai. Mendengar suaramu serasa mengulang kisah lalu, saat kita saling jatuh hati dan saling terbuai.
Tak kupungkiri segurat penyesalan yang dalam datang menyiksa. Rasanya tak terima belahan jiwaku tak lagi milikku, tapi mendengar suaramu membuat aku merasa masih milikmu dan kamu milikku. Kamu membuatku merasa tak sendiri dan aku tak mau kehilangan semua ini.
Kamu ditakdirkan menghuni hatiku dan memiliki jiwaku. Aelamanya kamu adalah kekasih sejatiku dan akupun berharap kamu mau. Aku berharap rasa ini abadi di hatiku dan hatimu, tanpa seorangpun mampu mengubah semua itu. 
Kutegaskan aku tetap bermimpi suatu hari, kamu akan kembali kumiliki, tanpa pernah kulepaskan lagi.

Kamis, 26 Mei 2016

TAK SEINDAH BERSAMAMU

Dik...,  Aku tahu kamu tak pernah percaya kalau pernikahanku benar-benar mengecewakan, tapi tidak apalah. Kamu pasti sulit mengerti keadaanku saat ini. Bahkan mungkin tidak seorangpun percaya bila aku mengatakan yang aku alami. Mungkin tak seorangpun percaya bila tidak mengalaminya sendiri.
Meski demikian, aku tetap ingin menceritakannya padamu. Aku tahu, dengan menceritakannya tidak dengan sendirinya beban ini terlepas dari jiwaku. Bagiku, tidak semua masalah dapat diselesaikan. Sebagian masalah kadang hanya dapat diterima apa adanya sebagai kenyataan hidup yang harus dihadapi.
Aku tetap menceritakan semua ini padamu, karena kamulah satu-satunya yang bisa membuat aku nyaman menceritakan semuanya. Setidaknya melalui cerita ini aku dapat sedikit melepaskan beban batin yang selama ini membebani batinku. 
Ya, kehidupan batinku (seksualku) sangat berbeda dari kamu. Hari-hariku teramat jauh berbeda dibanding saat-saat bersamamu. Bukan saja tidak memuaskan, tetapi juga sangat kurang.
Sebagai gambaran, aku hanya sekali melakukan hubungan intim selama satu bulan ini. Itupun tanpa foreplay sama sekali. Istriku tidak punya waktu untuk bercinta denganku, bahkan sekedar untuk bermesraan. Setiap saat hanya beban masalah dan keluh kesah keluar dari bibirnya. Begitu banyak ketegangan harus kuhadapi bersamanya.
Keadaan ini sangat berbeda dibanding saat aku bersamamu dulu. Aku selalu rindu dengan sikapmu yang selalu hangat dan membuatku nyaman. Aku kangen pada keterbukaan sikapmu, hingga kita dapat bercanda begitu lepas, berjalan ke mana saja, dan menikmati hidup apa adanya. Bersamamu semua begitu mudah dan indah. Kita bisa saling menggoda dan bercinta kapan saja dan di mana saja.
Bersama istriku aku tidak pernah menikmati hari-hari seindah itu. Memang, kadang-kadang aku bisa bercinta yang lumayan bergairah, tapi itu sangat jarang. Kalaupun terjadi biasanya setelah ada satu peristiwa yang sebenarnya menyedihkan. Bersamanya hidup terasa kaku, terlalu banyak batasan, dan kehampaan. Dia sering menolak karena malas keramas, terlalu gelap atau terlalu terang, masih sibuk atau masih banyak pikiran.
Seperti halnya terakhir kali aku berhubungan badan beberapa hari yang lalu. Aku melakukannya saat istriku tertidur. Sudah pasti tanpa obrolan bebas, tidak ada godaan panas, tidak foreplay, Mencium, meraba apalagi merangsangnya hanya akan membuatnya terbangun dan menolak ajakanku. 
Sesaat setelah memijit tubuhnya yang lelah hingga tertidur miring dengan kaki ditekuk ke depan, aku mengoleskan vigel, cairan pelumas ke ujung penisku, lalu perlahan-lahan aku tusukkan ke vaginanya. Ya, seperti itulah gaya bercinta yang paling sering kulakukan bersamanya. Dia sempat terbangun dan menolak, "Mas..., Aku masih capek...", tetapi aku tetap saja menekan pinggulku ke pantatnya dengan sedikit memaksa. Akhirnya dia diam saja dan membiarkan aku mengoyang-goyangkan pinggulku maju-mundur.
Beberapa saat aku mencoba menikmati vagina yang longgar, tidak berasa apa-apa, tanpa hasrat dan dengan posisi yang sangat tidak nyaman. Jujur, rasanya sangat tidak nyaman berhubungan intim dengan posisi seperti itu, karena tidak enak untuk bergerak, tetapi tetap saja aku lakukan. Sejujurnya mengecewakan bercinta serasa dengan boneka yang pasif tanpa respon apa-apa. Rasanya seperti masturbasi dengan boneka. Itupun harus kuakhiri tanpa ejakulasi, karena istriku tidak nyaman dan merubah posisi badan. Seperti biasa, aku biarkan istriku melanjutkan tidur dan aku pindah ke kamar sebelah untuk masturbasi.
Sebagai lelaki normal, aku aku sangat tersiksa dengan keadaan ini. Aku harus menahan hasrat yang sangat jarang tersalurkan sebagaimana mestinya. Aku bahkan lebih banyak menyalurkan hasrat hanya dengan masturbasi. Entah mengapa aku bahkan lebih nyaman masturbasi dibanding hubungan intim dengan istriku. Aku merasa lebih menikmati pemuasan diriku sendiri dengan membayangkan wajahmu. Aku selalu teringat leguhan lembutmu saat kita larut dalam getaran rasa.
Aku selalu rindu suaramu memanggilku lirih, "Mas...." setiap kali ujung panah asmaraku menyentuh bibir cintamu, dan tatapan matamu yang sendu membuatku kian dalam larut dalam dirimu. Segurat rasa damai yang tiada tara memenuhi ruang jiwaku, sementara rasa geli yang begitu nikmat terasa mengurut menjepit lembut batang kemaluanku. Liang cintamu begitu nikmat, teramat berasa buatku dan selalu membuatku selalu rindu untuk kembali ke sana. 
Sekedar kamu tahu, punyamu sangat berbeda dari istriku yang terasa longgar dan tidak berasa apa-apa. Itu sebabnya aku sangat iri pada suamimu yang berhasil memilikimu selamanya. Aku iri dia menjadi lelaki paling beruntung bisa menikmati vagina ternikmat di dunia. Aku masih sangat jelas mengingat rasanya yang kenyal, hangat, licin, dan geli nikmat. Ingin sekali aku melihatnya kembali, menyentuhnya, mengulumnya, merasakannya.
Kamu begitu mengerti aku. Kamu sangat tahu yang terindah untuk dilakukan saat bercinta. Kamu begitu hangat dan membuatku selalu tergoda.
Beribu kali akan kukatakan padamu, aku menyesal sekali telah kehilangan kamu. Aku kangen kamu. Aku ingin kamu.

Selasa, 17 Mei 2016

Curhat: Tentang Aku dan Kamu

Entah harus berapa kali kuulangi, cerita yang sama dan berulang-ulang ini denganmu. Aku sudah bercerita banyak padamu soal kehidupan pribadiku. Mungkin saja kamu tidak percaya, atau meragukan ceritaku, tapi itulah yang terjadi padaku. Hanya kamu yang tahu ceritaku. Kamu satu-satunya orang yang membuatku berani dan nyaman menceritakan semuanya.
Ya, aku tidak puas dengan istriku. Mungkin memang tidak ada manusia yang sama di dunia ini, tapi aku tak menyangka pasangan hidupku sama sekali berbeda denganmu dalam semua hal.
Aku merasa hidupku begitu nyaman bersamamu. Semua terasa begitu indah dan penuh warna. Bersamamu hidupku terasa damai, begitu mudah, dan detik demi detik berlalu penuh gairah. Kamu pasti ingat, aku tak pernah menyia-nyiakan setiap kesempatan bersamamu tanpa mrengkuhmu, menyentuhmu, menciummu dan meluapkan semua rasaku.
16 tahun terakhir kehidupanku sangat jauh dari semua itu. Aku merasa sangat tertekan. Hidupku diliputi kekecewaan. Tidak ada ketidakpuasan batin seperti yang pernah kunikmati bersamamu, tapi aku memilih bertahan meski harus hidup dalam harmoni semu.
Aku merasa kamu sebenarnya juga sepertiku. Meski mungkin tak seberat bebanku, aku yakin kamu juga tak cukup bahagia tanpaku. Aku tahu kamu berusaha menikmati hidupmu, tapi satu yang tak mungkin kau pungkiri dariku, kamu mencintaiku seperti aku mencintaimu. Bahagiamu seharusnya bersamaku, seperti aku yang seharusnya bersamamu.
Tahu nggak? Sejak kembali dekat denganmu, jiwaku benar-benar terguncang tak menentu. Aku merasa berat sekali mengendalikan diriku, pikiranku, perasaanku, juga hasratku. Setiap saat hatiku, pikiranku selalu tertuju padamu. Berat sekali rasanya jauh darimu. Sehari saja tanpa sapaanmu, tanpa kabar darimu, serasa ada yang hilang dari hidupku.
Gelora hati ini teramat menggebu, ingin selalu dekat denganmu, bicara denganmu, bertemu kamu, menikmati kebersamaanku denganmu, mengulang cerita lalu. Aku sangat menginginkanmu, amat sangat menginginkanmu, menjadi milikku suatu waktu.
Aku pastikan, suatu hari aku akan membawamu, menghabiskan waktu bersamamu, merengkuhmu, hanya berdua denganmu. Aku tak peduli apapun namanya itu, kita harus kembali menyatu.

Tetap Berharap

Mendengar suaramu, begitu lega rasa hatiku
Serasa dekat, sedekat dahulu
Meski kau jauh dari pelukanku

Aku sadari selalu
Aku tak mungkin bisa benar-benar jauh darimu
Karena kau terlanjur memiliki jiwaku
Kau selalu dalam terukir di hatiku

Suatu waktu...
Saat kesempatan berpihak padaku dan padamu
Aku ingin kembali bertemu
Merengkuhmu seperti dulu
Meluapkan semua rasaku
Tanpa peduli siapa aku,
dan siapa kamu

Kuharap kau mau

Kamis, 24 Maret 2016

AKHIRNYA... KAU MENJAUHIKU

Sedih...,, Ya sedih...
Sangat sedih...
Aku merasa inilah yang terjadi
Kamu menjauhiku
Perlahan menjauhi..
Menjaga jarak hati
Dariku yang mencintai

Patah hancur jiwa ini
Kehilanganmu untuk kedua kali
Rasanya tak sanggup menjalani
Lepas dari tali rasa ini
Sedih...
Aku sangat sedih...
Serasa ingin terbang menjemputmu
Merebutmu untuk kumiliki
Tanpa pernah kulepaskan lagi

Senin, 15 Februari 2016

HAYALANKU

Aku membayangkan kita bertemu
Di suatu tempat di suatu waktu
Hanya ada kau dan aku
Menikmati waktu
Mengulang indahnya masa lalu

Aku berhayal kita bercengkerama
Berbagi cerita,
Mengumbar semua perasaan kita
Tentang suka maupun duka
Berbagi tangis dan tawa

Aku berhayal...
Kita saling bercanda
Saling menggoda
Dan tertawa berdua
Melakukan semua yang kita suka
Tenggelam dalam buaian cinta

Aku berhayal andai kita bertemu
Menumpahkan beratnya rasa rindu
Mencurahkan gelora kalbu
Aku manjakan kamu
Kamupun bermanja-manja di pelukku
Melakukan semua yang kita mau
Larut dalam hasrat yang menggebu
Hingga jiwa raga kita menyatu

Kamis, 04 Februari 2016

TETAP KEKASIHKU

Waktu demi waktu berlalu
Beribu kisah memisahkan kau dan aku
Kemarin saat kita bertemu
Kau masih seperti dulu
Senyum manismu, sikapmu,
dan semua di dirimu
Tiada yang berubah di mataku
Semua tetap menggetarkan rasaku

Bagiku kamu tetap kekasihku
Di hatiku kamu tetap milikku
Tiada yang mampu mengubah itu

MASA LALUKU, MASA LALUMU

Aku merasa tersudut setiap kali kau ungkit kisah kegagalan kau dan aku untuk menyatu, Hatiku perih dan diliputi rasa bersalah, sebab bagaimanapun aku turut andil dalam kegagalan itu. 
Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya padamu. Aku hanya bisa bilang aku amat sangat menyesal telah kehilangan kamu. Aku tak pernah berhenti menyesali kehilangan ini. 
Seharusnya kamu milikku hingga akhir hayat nanti. Kebahagiaanku adalah saat-saat bersamamu. Hanya kamu wanita yang aku butuhkan. Hanya kamu yang benar-benar bisa mengerti aku.
Kisah kita masa itu memang bukan kisah biasa. Aku masuk ke kehidupanmu di saat yang tidak tepat, saat kau telah dimiliki oleh seseorang yang kau cintai, dan membuat hubungan itu terasa begitu rumit untuk dijalani.
Aku tak keberatan kamu menyalahkanku. Bagaimanapun saat itu kamu memang merasa aku tak mau denganmu, padahal aku tidak. Aku sangat menyayangimu, aku berharap memilikimu. Hanya saja, aku benar-benar bingung saat itu. Kamu bilang ingin bersamaku, tapi kamu sendiri tak juga mau lepas dari kekasihmu. 
Tahu nggak, sesungguhnya aku sangat terpukul saat akhirnya kau memilih jalanmu. Berhari, berbulan aku kelimpungan, menderita rasa kehilangan. Hatiku benar-benar hampa membayangkan kamu bahagia bersamanya. Aku benar-benar tak rela kamu bersamanya. 
Aku tak menyangka, bila ternyata kamu tak bahagia di awal perjalanan bersamanya. Aku heran mengapa perjalananmu sama denganku. Aku sendiri begitu menderita, jauh dari rasa bahagia, dan tak tahu harus bagaimana, sebab memang seharusnya kita bersama.
Sempat terfikir olehku untuk berlari kepadamu, merebutmu, dan merengkuhmu kembali sebagai milikku, tapi aku tak tahu bagaimana melakukan itu. Aku juga menderita sepertimu, karena seharusnya aku memilikimu dan kamu memiliki aku.
Aku tahu sulit buatmu memaafkanku. Sulit bagimu melupakan kebodohanku, seperti halnya aku yang tak henti menyesali kedunguanku. 

INILAH CINTA

Bila kedekatanku denganmu hanya demi seks
Maka seharusnya aku tak memilih kamu
Sebab dengan hartaku,
Aku bisa memilih gadis manapun sesukaku
Itu terlalu murah buatku

Bila rasa sukaku padamu semata karena kecantikanmu
Bila rasa sayangku karena tubuhmu,
Maka seharusnya aku tak dekat denganmu
Sebab dengan statusku, dan semua yang aku miliki
Aku bisa dapatkan yang lebih menarik
dan jauh lebih muda dibanding kamu
Itu terlalu mudah bagiku

Bila mendekatimu hanya demi kesenangan sesaat
Maka seharusnya aku memilih yang lajang
Dan pasti resikonya jauh lebih ringan
Tak sebanding dengan resiko berhubungan denganmu

Kuharap kamu tahu
Aku suka padamu bukan karena semua itu
Tapi semata karena kata hatiku begitu
Karena aku mencintaimu
Karena kamu begitu berarti bagiku
Karena kau memang bertahta di hatiku

Aku sadar, ini rasa yang tak seharusnya ada
Karena kau dan aku memiliki dunia berbeda
Tapi aku bahagia merasakannya
Menikmati indahnya rasa
Yang ada begitu saja
Yang tak akan kubiarkan berlalu begitu saja

AKU SEDIH, AKU TAKUT

Dik...
Aku sedih, aku takut
Setiap kali kamu bilang
Ingin mengakhiri komunikasi ini
Dan jalani kehidupan kita sendiri
Tanpa saling sapa
Tanpa saling peduli

Aku tahu..
Kamu bisa tanpa aku
Tapi aku tak bisa tanpamu
Kamu mungkin memang tak sayang padaku
Tapi aku teramat sayang kepadamu
Cukup bagiku penyesalan panjangku
Membiarkanmu lepas dari pelukanku

Memang faktanya,,,,
Kamu bukan pasangan hidupku
Aku juga bukan pasanganmu
Tapi bagiku
Kamu satu-satunya kekasihku
Meski terlambat aku menyadari itu
Hati dan jiwaku bersamamu

Kamu membuat aku merasa tak sendiri
Kamu membuat hariku terasa berarti
Kamu buat semangat hidupku menyala lagi
Kamu satu-satunya penenang jiwa
Kamu membuat hatiku merasakan indahnya cinta
Kamu membuatku bahagia

Kadang aku berfikir...
Jangan-jangan sejak bertemu tempo hari
Mungkin kamu memang tak sayang aku lagi
Aku tak seindah harapanmu
Tak segagah orang yang kamu miliki

Jangan-jangan kamu muak denganku
Kamu terganggu oleh kehadiranku
Yang selalu merengek padamu
Yang berharap terlalu banyak padamu
Entahlah aku tak tahu

Yang pasti...
Aku sedih karena permintaanmu itu
Aku takut kehilangan kamu

Senin, 01 Februari 2016

BAHAGIANYA BERTEMU KAMU LAGI

Hari minggu aku ada tugas ke daerah pinggiran kota, tidak terlalu jauh dari rumahku, sekitar 25 km. Sebenarnya surat tugas itu untuk hari Jumat dan Sabtu, tapi karena berbagai kesibukan aku baru berangkat hari minggu. 
Sejak pulang kantor Jumat kemarin aku terus saja kepikiran sama Fasya, wanita termanis yang begitu mengobsesiku hingga saat ini. Lama sekali aku ingin bertemu dengannya, tetapi selalu aku urungkan, karena aku sadar ini tak seharusnya kami lakukan sejak kami sudah sama-sama berumah tangga. 
Beberapa waktu lalu aku cuma bisa mengintip dari persembunyian saat ingin menatap senyumnya, tapi kali ini aku benar-benar tak sabar lagi ingin bertemu dengannya.
Hari ini aku benar-benar tak mampu lagi menahan hasrat itu. Lewat messenger aku sengaja mengabarkan bahwa aku akan berada di kotanya, yang jaraknya sekitar 85-an km dari lokasiku bertugas. Kali ini aku benar-benar berharap dapat berjumpa dengannya. 
Rupanya dia juga memendam hasrat yang sama. Dia bilang kalau semalam bermimpi bertemu aku di sebuah pusat perbelanjaan. Akupun meluncur dengan kecepatan di atas 90 Km/jam menuju ke kotanya. Hanya saja, aku tak tahu di mana seharusnya bertemu. 
Janjian di hotel di kota itu dia tidak berani, karena banyak kenalannya, di rumah makanpun rasanya begitu. Meski suaminya mungkin saja tidak tahu, tapi tetap saja kami kuatir ada kenalanku atau kolega dia yang tahu.
Karena bingung menentukan tempat bertemu, aku sempat meluncur di depan rumahnya. Hatiku bergetar hebat saat kendaraanku melaju perlahan di jalan itu, dan tiba-tiba dia menelpon. Dia menungguku di sebuah tempat perbelanjaan. 
Seketika akupun meluncur ke sana, dan kudapati dia sedang belanja ditemani seorang pelayan wanita. Hatiku berdesir keras saat dia menatapku sambil tersenyum. Ya, senyum manis yang dulu selalu membuaiku. 
Akupun mendekat dengan berjuta rasa yang dulu pernah ada. Rasanya ingin sekali merengkuhnya, memeluknya erat-erat, tapi banyaknya orang di sekelilingku membuatku hanya mampu menahan perasaan. Berkali-kali tanganku seakan hendak bergerak sendiri merengkuh pinggangnya, tapi beberapa kali pula berhasil kutahan.
Meski hanya bisa berbagi obrolan tak tentu arah, tapi aku sangat bahagia. Hariku terasa sempurna bersamanya. Rasanya ingin berteriak sekeras-kerasnya, memeluknya seerat-eratnya, tapi lagi-lagi keramaian membuatku hanya mampu menahan rasa.
Hari itu begitu indah, begitu sempurna. Satu-satunya kekurangan hari itu hanyalah karena dia bukan lagi milikku, tapi aku bahagia dia masih mencintaiku. 
Terima kasih sayangku.  

Selasa, 13 Oktober 2015

MIMPI BASAH TERINDAH DENGAN MANTAN PACAR

Akhir-akhir ini aku merasa kamu menjauhiku. Kamu seperti enggan menanggapi sapaanku.  Sepertinya kamu marah padaku, entah karena apa aku tak tahu. Jujur, aku sangat gelisah sejak saat itu. Berat bagiku bila kau lepas aku dari hatimu. 
Beberapa waktu lalu kau bilang sedang sakit, dan seperti sebelumnya kamu seperti malas menanggapi pertanyaanku. Sedikit kabar itu membuatku tak henti memikirkanmu. Aku sungguh ingin tahu apa yang sesungguhnya terjadi padamu.
Kegundahaan itu terus terbawa dalam tidurku. Aku ingin menjengukmu. Aku ingin sekali memastikan keadaanmu. Dengan langkah ragu akupun memberanikan diri mendatangi rumahmu.  Aku merasa teramat canggung saat bertemu keluargamu, bahkan saat mereka mengantarku ke dalam bilik pembaringanmu.
Aku heran mereka meninggalkanku di kamar itu, dan hanya berdua denganmu. Beberapa saat aku menatapmu yang tidur terkulai di hadapanku. Aku begitu sedih melihatmu terbaring lemah siang itu. 
Dengan menahan takut dan ragu perlahan aku beranjak mendekatimu lalu kucium lembut keningmu. Aku terkejut saat tiba-tiba saja kau membuka mata dan sembari tersenyum menatapku.  Aku begitu bahagia setelah sekian lama berpisah kulihat lagi senyum manismu itu.
“Sudah lama, mas?” sapamu sembari memegang jemariku.
“Baru saja” Jawabku lirih sembari tak henti menatap wajahmu.
“Aku kangen” Ucapmu dengan suara lirih berdesah.
“Aku juga, dik” Sahutku menanggapi, dan tiba-tiba kamu bangkit dari tidurmu, lalu mendekap tubuhku. Akupun mendekapmu dengan penuh kasih. 
Sekilas ada rasa kuatir menyelinap di dadaku saat memelukmu selaksa sepasang kekasih yang lama tak bertemu. Aku bingung, bagaimana mungkin aku memelukmu, di rumahmu, sementara seseorang telah memilikimu di rumah itu. 
Akupun perlahan melonggarkan dekapanku. Aku kuatir suamimu atau keluargamu masuk kamar itu, tapi kamu malah kian erat merengkuhku. “Mas...” Bisikmu menahanku. Kitapun kembali saling merengkuh erat seakan tak akan kita lepaskan selamanya.
Tanpa terasa bibir kita saling melumat lembut, hingga nafas kita saling beradu. Beberapa lama kita tenggelam sangat dalam gelora kehangatan itu, hingga tanda kusadari tanganku telah menyingkap selimutmu, dan kurasakan tanganmu membuka resleting celanaku. 
Sesaat kemudian kau menarik tubuhku hingga menindihmu, dan kitapun menyatu, menumpahkan segenap cinta kasih yang sekian lama terpisah jalan hidup. Sesekali kau mendesah lembut sembari memanggilku, “Mas..., mas... Aku sayang kamu...”
Akupun tak henti membisikkan perasaanku, “Aku sayang banget sama kamu... Aku sayang kamu...” Bisikku di sela desahan nafas yang tak mampu kutahan. Jemarikupun seakan tak mampu kukendalikan, dan tak henti merayapi, menjelajahi setiap lekuk tubuhmu.
Entah berapa lama aku dan kamu terbuai biduk kerinduan itu, hingga tiba-tiba tubuh kita saling mengejang menggelinjang. Desir kenikmatan berpadu kasih sayang menggetarkan sekujur nadiku, membuatku mengerang menahan hasrat yang kian menggebu. Perlahan dan kian cepat gairahku memuncak, hingga akhirnya hasratku meledak hebat seiring laju air cinta yang menyembur deras ke dalam rahimmu. “Dik... Oh...” Lega rasanya menumpahkan seluruh dendam hasratku pada dirimu, dan kamupun memeluk erat tubuhku. 
Sejanak tubuhku lunglai di atas tubuhmu. Kubiarkan diriku bermanja dalam dekapanmu. Kulihat wajahmu tampak bahagia di pelukanku, hingga suara ketukan pintu kamar mengagetkanku, dan memaksaku melompat dari peraduan kita siang itu. 
Sembari membetulkan letak resleting celanaku, dengan tergesa-gesa aku kembali duduk di sofa kamarmu. Aku berusaha tenang saat ibu dan suamimu masuk ke kamar itu. Aku berpura-pura tak terjadi apa-apa di antara kita .
“Lho, sudah keringatan” Celetuk ibumu saat melihatmu, seakan mereka tak curiga pada semua yang baru saja terjadi di antara kita.
“Tadi dia lemah sekali, mas” Jelas ibumu dan aku hanya mengangguk malu, karena celanaku basah kuyup oleh cairan asmara. Aku sendiri heran mengapa begitu banyak cairan itu. Aku heran, bagaimana mungkin sperma itu tumpah dan tak tertampung rahimmu.  Aku sangat kuatir mereka tahu. 
Akupun berusaha segera berpamitan pada ibumu, tapi aku sangat-sangat kaget dan takut saat tiba-tiba saudaramu menegurku dengan nada heran. “Lho mas, kok basah celananya?” Celetuknya sembari memegangi celanaku. 
“Lho, ini kan sperma?” Celetuknya lagi.
“Kamu ngapain?” Lanjutnya sembari terus mengguncang-guncang tubuhku.
Aku benar-benar bingung dan tak tahu harus menjawab apa. “Mas.... Kok banyak sekali spermanya, kamu habis ngapain?” Ucapnya lagi sembari menarik-narik celanaku, dan saat itulah aku membuka mata. Ya, aku terbangun dan melihat isteriku keheranan melihat celanaku benar-benar basah karena mimpi basah di sofa depan TV.
“Kamu mimpi basah, ya?” Ayo, mimpi sama siapa?” Lanjut isteriku.
Aku sempat nggak enak hati sama isteri yang terus menginterogasi, tapi lega karena mendapati semua hanya mimpi.  Mimpi terindah yang ingin selalu kuulangi, bahkan ingin kurasakan di alam nyata bersamamu.

Sabtu, 20 September 2014

BUAT MANTAN TERINDAH

Aku bahagia sekali, perasaan itu masih ada di hatimu, seindah rasa dihatiku. Getar-getar perasaan itu masih begitu kuat terasa setiap kali mendengar sapaanmu, celoteh dan tawa renyahmu.
Hariku terasa begitu indah penuh warna, saat kita tenggelam dalam canda, tawa, dan saling goda. Hasratku menggebu saat terkenang hari-hari yang kita nikmati di masa lalu. Jiwaku hanyut terbawa saat berbagi cerita tentang hari-hari duka dan hampa yang kujalani tanpamu. Rasanya ingin mencurahkan semua, meski tautan hati ini terlarang untukku dan untukmu.
Kerinduan terlarang begitu menghiburku dan akan selalu menjadi sisi terindah dalam hidupku.



Selasa, 24 Juni 2014

SUARA MANTAN PACAR

Mendengar suaramu terasa bergetar seluruh jiwa dan ragaku.
Desiran geli terasa menyusup hingga ujung kemaluanku.
Kenangan indah bersamamu terasa bangkit kembali,
serasa ingin kuulang kembali.

Sabtu, 03 Mei 2014

PENGOBAT JIWA RAGA

Berhari2 kulalui dengan hampa
Jiwaku kehilangan daya
Tubuhku serasa tak lagi bertulang,
Lemah, lunglai, mati rasa.
Pikiranku berhenti befungsi
Serasa darah tak lagi mengalir
Pandanganku muram durjana
Mata serasa berselimut jelaga.
Dunia serasa di penghujing jalannya
Rasaku terbenam di jurang menganga
Di kegelapan sunyi tanpa suara
Hidupku serasa berhenti tanpa asa
Tanpa aku tahu kenapa?

Aku mengira
Aku hanya sedang tak sehat saja.
Tapi....
Sejak suara khasmu menyapa,
Tiba2 mendung pembebal ubun2ku sirna
Ya, hilang begitu saja.
Jiwa ragaku kembali perkasa

Celotehmu yang jenaka,
Membuatku tak henti tertawa
Sikap polosmu yang menggoda,
Membuatku gemas tak terkira
Perhatian dan sanjungan di balik canda
Bumbungkan hatiku ke atas nirwana

Suaramu membuatku betah berlama2
Nyamankan berbagi dan terus bersama
Serasa tak ingin mengakhirinya.
Meski harus sembunyi di balik rahasia.
Meski harus berpura2
Sebab kuharus hapus dengan segera
hingga bersih semua jejaknya
hingga seakan tak pernah ada.
Hingga seakan tak terjadi apa2
Demi petaka asmara tak lagi menyapa.

Duhai sahabat lama,
Kau telah membuatku begitu berharga
Serasa mandi berjuita cahaya,
Kau bangkitkan kembali gairah jiwa
Yang hampir kering layu merana.

Terima kasih untuk semua
Kau buat semua terasa berbeda.
Tanpa kutahu mengapa,
Gejala2 flu masih mendera
Tapi sejak kemarin tak lagi terasa