Memang....
Rasa ini seharusnya lagi ada
Sejak takdir memisahkan kita
Memilihkan kita jalan berbeda
Seharusnya aku merelakanmu di sana
Karena mahligaimu begitu sempurna
Istanamu penuh bunga-bunga bahagia
Tak sepantasnya aku mengusiknya
Entah mengapa...
Rasa ini tetap saja ada
Tak sedikitpun aku mampu menghapusnya
Tak kuasa aku mengingkarinya
Wajahmu selalu datang menggoda
Setiap saat, di manapun aku berada
Pesonamu terlalu perkasa
Merajai jiwa yang tak henti mendamba
Aku sadar sesadar-sadarnya
Kau tak lagi pedulikan ini semua
Bagimu aku tak lagi ada
Tapi aku tak mampu berhenti memuja
Mengobsesikanmu sepenuh rasa
Hanya sepi dan kerinduan yang menyiksa
Menemani penantian yang tiada batasnya
Kamis, 16 Juni 2016
Sabtu, 11 Juni 2016
KAMU TETAP ISTRIKU
Kini kamu di sana,
dan aku di sini
Kamu di istana mahligaimu,
Menjalani hari bersama keluargamu,
dan akupun begitu
Dinding pernikahan memisahkan aku dan kamu
Membatasi interaksi antara aku dan kamu
Menghalangi aku untuk memelukmu
Menutup jalan kita untuk kembali menyatu
Tapi tahukah kamu?
Di hatiku tetap dan selalu ada kamu
Kau pemilik tempat istimewa di jiwaku
Kau tetapi dan akan selamanya menjadi ratu,
Permasuriku di istana batinku
Siapapun kamu, di manapun dirimu
Tak mengubah catatan indah di hatiku tentangmu
Bagiku kau tetap milikku
Kamu istri sejatiku
Tak seorangpun mampu mengubah semua itu
Kamu teramat berarti di hidupku
Kamu pemilik cinta sejatiku
Kamu memenuhi pikiranku
Pesonamu senantiasa mengobsesiku
Membuai mimpi-mimpiku
Tanpa sedetikpun berlalu
Dik... Aku cintai kamu
Aku sayang kamu
Aku rindu kamu
Aku mengharapmu sepenuh rasaku
dan aku di sini
Kamu di istana mahligaimu,
Menjalani hari bersama keluargamu,
dan akupun begitu
Dinding pernikahan memisahkan aku dan kamu
Membatasi interaksi antara aku dan kamu
Menghalangi aku untuk memelukmu
Menutup jalan kita untuk kembali menyatu
Tapi tahukah kamu?
Di hatiku tetap dan selalu ada kamu
Kau pemilik tempat istimewa di jiwaku
Kau tetapi dan akan selamanya menjadi ratu,
Permasuriku di istana batinku
Siapapun kamu, di manapun dirimu
Tak mengubah catatan indah di hatiku tentangmu
Bagiku kau tetap milikku
Kamu istri sejatiku
Tak seorangpun mampu mengubah semua itu
Kamu teramat berarti di hidupku
Kamu pemilik cinta sejatiku
Kamu memenuhi pikiranku
Pesonamu senantiasa mengobsesiku
Membuai mimpi-mimpiku
Tanpa sedetikpun berlalu
Dik... Aku cintai kamu
Aku sayang kamu
Aku rindu kamu
Aku mengharapmu sepenuh rasaku
Jumat, 10 Juni 2016
KANGEN DAN TERSIKSA
Aku tahu kamu sedang tak ingin aku ganggu
Kamu tak mau aku menghubungimu.
Entah apapun alasanmu
Mungkin kamu memang ingin memulai hari tanpaku
Mungkin kamu ingin membuka lembaran baru
Atau apapun aku tak tahu...
Yang pasti...
Aku hanya berharap kamu tahu
Aku kangen kamu
Sangat-sangat merindukanmu
Aku begitu rapuh tanpamu
Begitu tersiksa jauh darimu
Aku kangen kamu
Meski hanya mampu menatap gambarmu
Menikmati senyum indahmu
Mencumbuimu di hayalku
Merengkuhmu di mimpi-mimpiku
Kamu terlalu istimewa di hatiku
Begitu berarti di kehidupanku
Aku sayang kamu
Sangat sayang kamu.
Kamu tak mau aku menghubungimu.
Entah apapun alasanmu
Mungkin kamu memang ingin memulai hari tanpaku
Mungkin kamu ingin membuka lembaran baru
Atau apapun aku tak tahu...
Yang pasti...
Aku hanya berharap kamu tahu
Aku kangen kamu
Sangat-sangat merindukanmu
Aku begitu rapuh tanpamu
Begitu tersiksa jauh darimu
Aku kangen kamu
Meski hanya mampu menatap gambarmu
Menikmati senyum indahmu
Mencumbuimu di hayalku
Merengkuhmu di mimpi-mimpiku
Kamu terlalu istimewa di hatiku
Begitu berarti di kehidupanku
Aku sayang kamu
Sangat sayang kamu.
DOSA TERINDAH DI BULAN MULIA
Bagiku, bulan puasa selalu jadi bulan istimewa, bukan saja karena ini bulan yang istimewa bagi agama kita, tetapi juga karena di bulan ini aku selalu mengenang dirimu. Kenangan termanis pernah terukir di bulan ini bersamamu, kenangan terindah yang pernah kumiliki seumur hidupku.
Bagiku, bulan puasa adalah bulan madu, bulan-bulan permulaan kita menjalani kebersamaan yang begitu sempurna. Saat itu kita selalu bersama, memadu kasih, larut oleh pesona yang tak pernah lagi aku punya.
Masih jelas kurasa debar-debar hati yang begitu membuai, kemesraan yang penuh warna, menahan hasrat hingga maghrib tiba. Kita begitu dekat terbuai rasa, tetapi hanya dapat saling memeluk dan meraba.
Aku ingat saat-saat awal bulan kamu memasak di dapur, dan kupeluk tubuhmu dari belakang, dan kamu menggeliat dan meleguh manja. Duh... aku rindu mengulangnya.
Aku ingat saat kita didepan komputer di balik almari rumah. Aku sibuk mengetik dan tanganmu merayap mesra di balik sarung yang aku kenakan begitu lama hingga menjelang. Kita terkejut saat tiba-tiba mas Didik tiba, dan kita berpura-pura tak terjadi apa-apa.
Aku tak pernah bisa lupa saat seharian kita bermesraan berdua hingga maghrib tiba. Saat senja tiba dan rumah begitu gelap dan adzan berkumandang di mana-mana, aku menindih tubuhmu, menggeser celana dalammu dan kita menyatu.
Aku sadar itu dosa, tapi terlalu indah untuk menyesalinya. Aku tahu hari-hari ini kamu ingin melupakannya, menghapusnya dari hari-hari kita, tapi aku yakin kamu tak akan bisa, sebagaimana aku yang tak akan pernah melupakannya. Aku bahkan selalu berhayal akan mengulanginya, kebersamaan yang begitu sempurna, tak peduli kamu dan aku siapa.
Langganan:
Postingan (Atom)