Aku membayangkan kita bertemu
Di suatu tempat di suatu waktu
Hanya ada kau dan aku
Menikmati waktu
Mengulang indahnya masa lalu
Aku berhayal kita bercengkerama
Berbagi cerita,
Mengumbar semua perasaan kita
Tentang suka maupun duka
Berbagi tangis dan tawa
Aku berhayal...
Kita saling bercanda
Saling menggoda
Dan tertawa berdua
Melakukan semua yang kita suka
Tenggelam dalam buaian cinta
Aku berhayal andai kita bertemu
Menumpahkan beratnya rasa rindu
Mencurahkan gelora kalbu
Aku manjakan kamu
Kamupun bermanja-manja di pelukku
Melakukan semua yang kita mau
Larut dalam hasrat yang menggebu
Hingga jiwa raga kita menyatu
Senin, 15 Februari 2016
Kamis, 04 Februari 2016
TETAP KEKASIHKU
Waktu demi waktu berlalu
Beribu kisah memisahkan kau dan aku
Kemarin saat kita bertemu
Kau masih seperti dulu
Senyum manismu, sikapmu,
dan semua di dirimu
Tiada yang berubah di mataku
Semua tetap menggetarkan rasaku
Bagiku kamu tetap kekasihku
Di hatiku kamu tetap milikku
Tiada yang mampu mengubah itu
Beribu kisah memisahkan kau dan aku
Kemarin saat kita bertemu
Kau masih seperti dulu
Senyum manismu, sikapmu,
dan semua di dirimu
Tiada yang berubah di mataku
Semua tetap menggetarkan rasaku
Bagiku kamu tetap kekasihku
Di hatiku kamu tetap milikku
Tiada yang mampu mengubah itu
MASA LALUKU, MASA LALUMU
Aku merasa tersudut setiap kali kau ungkit kisah kegagalan kau dan aku untuk menyatu, Hatiku perih dan diliputi rasa bersalah, sebab bagaimanapun aku turut andil dalam kegagalan itu.
Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya padamu. Aku hanya bisa bilang aku amat sangat menyesal telah kehilangan kamu. Aku tak pernah berhenti menyesali kehilangan ini.
Seharusnya kamu milikku hingga akhir hayat nanti. Kebahagiaanku adalah saat-saat bersamamu. Hanya kamu wanita yang aku butuhkan. Hanya kamu yang benar-benar bisa mengerti aku.
Kisah kita masa itu memang bukan kisah biasa. Aku masuk ke kehidupanmu di saat yang tidak tepat, saat kau telah dimiliki oleh seseorang yang kau cintai, dan membuat hubungan itu terasa begitu rumit untuk dijalani.
Aku tak keberatan kamu menyalahkanku. Bagaimanapun saat itu kamu memang merasa aku tak mau denganmu, padahal aku tidak. Aku sangat menyayangimu, aku berharap memilikimu. Hanya saja, aku benar-benar bingung saat itu. Kamu bilang ingin bersamaku, tapi kamu sendiri tak juga mau lepas dari kekasihmu.
Tahu nggak, sesungguhnya aku sangat terpukul saat akhirnya kau memilih jalanmu. Berhari, berbulan aku kelimpungan, menderita rasa kehilangan. Hatiku benar-benar hampa membayangkan kamu bahagia bersamanya. Aku benar-benar tak rela kamu bersamanya.
Aku tak menyangka, bila ternyata kamu tak bahagia di awal perjalanan bersamanya. Aku heran mengapa perjalananmu sama denganku. Aku sendiri begitu menderita, jauh dari rasa bahagia, dan tak tahu harus bagaimana, sebab memang seharusnya kita bersama.
Sempat terfikir olehku untuk berlari kepadamu, merebutmu, dan merengkuhmu kembali sebagai milikku, tapi aku tak tahu bagaimana melakukan itu. Aku juga menderita sepertimu, karena seharusnya aku memilikimu dan kamu memiliki aku.
Aku tahu sulit buatmu memaafkanku. Sulit bagimu melupakan kebodohanku, seperti halnya aku yang tak henti menyesali kedunguanku.
INILAH CINTA
Bila kedekatanku denganmu hanya demi seks
Maka seharusnya aku tak memilih kamu
Sebab dengan hartaku,
Aku bisa memilih gadis manapun sesukaku
Itu terlalu murah buatku
Bila rasa sukaku padamu semata karena kecantikanmu
Bila rasa sayangku karena tubuhmu,
Maka seharusnya aku tak dekat denganmu
Sebab dengan statusku, dan semua yang aku miliki
Aku bisa dapatkan yang lebih menarik
dan jauh lebih muda dibanding kamu
Itu terlalu mudah bagiku
Bila mendekatimu hanya demi kesenangan sesaat
Maka seharusnya aku memilih yang lajang
Dan pasti resikonya jauh lebih ringan
Tak sebanding dengan resiko berhubungan denganmu
Kuharap kamu tahu
Aku suka padamu bukan karena semua itu
Tapi semata karena kata hatiku begitu
Karena aku mencintaimu
Karena kamu begitu berarti bagiku
Karena kau memang bertahta di hatiku
Aku sadar, ini rasa yang tak seharusnya ada
Karena kau dan aku memiliki dunia berbeda
Tapi aku bahagia merasakannya
Menikmati indahnya rasa
Yang ada begitu saja
Yang tak akan kubiarkan berlalu begitu saja
Maka seharusnya aku tak memilih kamu
Sebab dengan hartaku,
Aku bisa memilih gadis manapun sesukaku
Itu terlalu murah buatku
Bila rasa sukaku padamu semata karena kecantikanmu
Bila rasa sayangku karena tubuhmu,
Maka seharusnya aku tak dekat denganmu
Sebab dengan statusku, dan semua yang aku miliki
Aku bisa dapatkan yang lebih menarik
dan jauh lebih muda dibanding kamu
Itu terlalu mudah bagiku
Bila mendekatimu hanya demi kesenangan sesaat
Maka seharusnya aku memilih yang lajang
Dan pasti resikonya jauh lebih ringan
Tak sebanding dengan resiko berhubungan denganmu
Kuharap kamu tahu
Aku suka padamu bukan karena semua itu
Tapi semata karena kata hatiku begitu
Karena aku mencintaimu
Karena kamu begitu berarti bagiku
Karena kau memang bertahta di hatiku
Aku sadar, ini rasa yang tak seharusnya ada
Karena kau dan aku memiliki dunia berbeda
Tapi aku bahagia merasakannya
Menikmati indahnya rasa
Yang ada begitu saja
Yang tak akan kubiarkan berlalu begitu saja
AKU SEDIH, AKU TAKUT
Dik...
Aku sedih, aku takut
Setiap kali kamu bilang
Ingin mengakhiri komunikasi ini
Dan jalani kehidupan kita sendiri
Tanpa saling sapa
Tanpa saling peduli
Aku tahu..
Kamu bisa tanpa aku
Tapi aku tak bisa tanpamu
Kamu mungkin memang tak sayang padaku
Tapi aku teramat sayang kepadamu
Cukup bagiku penyesalan panjangku
Membiarkanmu lepas dari pelukanku
Memang faktanya,,,,
Kamu bukan pasangan hidupku
Aku juga bukan pasanganmu
Tapi bagiku
Kamu satu-satunya kekasihku
Meski terlambat aku menyadari itu
Hati dan jiwaku bersamamu
Kamu membuat aku merasa tak sendiri
Kamu membuat hariku terasa berarti
Kamu buat semangat hidupku menyala lagi
Kamu satu-satunya penenang jiwa
Kamu membuat hatiku merasakan indahnya cinta
Kamu membuatku bahagia
Kadang aku berfikir...
Jangan-jangan sejak bertemu tempo hari
Mungkin kamu memang tak sayang aku lagi
Aku tak seindah harapanmu
Tak segagah orang yang kamu miliki
Jangan-jangan kamu muak denganku
Kamu terganggu oleh kehadiranku
Yang selalu merengek padamu
Yang berharap terlalu banyak padamu
Entahlah aku tak tahu
Yang pasti...
Aku sedih karena permintaanmu itu
Aku takut kehilangan kamu
Aku sedih, aku takut
Setiap kali kamu bilang
Ingin mengakhiri komunikasi ini
Dan jalani kehidupan kita sendiri
Tanpa saling sapa
Tanpa saling peduli
Aku tahu..
Kamu bisa tanpa aku
Tapi aku tak bisa tanpamu
Kamu mungkin memang tak sayang padaku
Tapi aku teramat sayang kepadamu
Cukup bagiku penyesalan panjangku
Membiarkanmu lepas dari pelukanku
Memang faktanya,,,,
Kamu bukan pasangan hidupku
Aku juga bukan pasanganmu
Tapi bagiku
Kamu satu-satunya kekasihku
Meski terlambat aku menyadari itu
Hati dan jiwaku bersamamu
Kamu membuat aku merasa tak sendiri
Kamu membuat hariku terasa berarti
Kamu buat semangat hidupku menyala lagi
Kamu satu-satunya penenang jiwa
Kamu membuat hatiku merasakan indahnya cinta
Kamu membuatku bahagia
Kadang aku berfikir...
Jangan-jangan sejak bertemu tempo hari
Mungkin kamu memang tak sayang aku lagi
Aku tak seindah harapanmu
Tak segagah orang yang kamu miliki
Jangan-jangan kamu muak denganku
Kamu terganggu oleh kehadiranku
Yang selalu merengek padamu
Yang berharap terlalu banyak padamu
Entahlah aku tak tahu
Yang pasti...
Aku sedih karena permintaanmu itu
Aku takut kehilangan kamu
Senin, 01 Februari 2016
BAHAGIANYA BERTEMU KAMU LAGI
Hari minggu aku ada tugas ke daerah pinggiran kota, tidak terlalu jauh dari rumahku, sekitar 25 km. Sebenarnya surat tugas itu untuk hari Jumat dan Sabtu, tapi karena berbagai kesibukan aku baru berangkat hari minggu.
Sejak pulang kantor Jumat kemarin aku terus saja kepikiran sama Fasya, wanita termanis yang begitu mengobsesiku hingga saat ini. Lama sekali aku ingin bertemu dengannya, tetapi selalu aku urungkan, karena aku sadar ini tak seharusnya kami lakukan sejak kami sudah sama-sama berumah tangga.
Beberapa waktu lalu aku cuma bisa mengintip dari persembunyian saat ingin menatap senyumnya, tapi kali ini aku benar-benar tak sabar lagi ingin bertemu dengannya.
Hari ini aku benar-benar tak mampu lagi menahan hasrat itu. Lewat messenger aku sengaja mengabarkan bahwa aku akan berada di kotanya, yang jaraknya sekitar 85-an km dari lokasiku bertugas. Kali ini aku benar-benar berharap dapat berjumpa dengannya.
Rupanya dia juga memendam hasrat yang sama. Dia bilang kalau semalam bermimpi bertemu aku di sebuah pusat perbelanjaan. Akupun meluncur dengan kecepatan di atas 90 Km/jam menuju ke kotanya. Hanya saja, aku tak tahu di mana seharusnya bertemu.
Janjian di hotel di kota itu dia tidak berani, karena banyak kenalannya, di rumah makanpun rasanya begitu. Meski suaminya mungkin saja tidak tahu, tapi tetap saja kami kuatir ada kenalanku atau kolega dia yang tahu.
Karena bingung menentukan tempat bertemu, aku sempat meluncur di depan rumahnya. Hatiku bergetar hebat saat kendaraanku melaju perlahan di jalan itu, dan tiba-tiba dia menelpon. Dia menungguku di sebuah tempat perbelanjaan.
Seketika akupun meluncur ke sana, dan kudapati dia sedang belanja ditemani seorang pelayan wanita. Hatiku berdesir keras saat dia menatapku sambil tersenyum. Ya, senyum manis yang dulu selalu membuaiku.
Akupun mendekat dengan berjuta rasa yang dulu pernah ada. Rasanya ingin sekali merengkuhnya, memeluknya erat-erat, tapi banyaknya orang di sekelilingku membuatku hanya mampu menahan perasaan. Berkali-kali tanganku seakan hendak bergerak sendiri merengkuh pinggangnya, tapi beberapa kali pula berhasil kutahan.
Meski hanya bisa berbagi obrolan tak tentu arah, tapi aku sangat bahagia. Hariku terasa sempurna bersamanya. Rasanya ingin berteriak sekeras-kerasnya, memeluknya seerat-eratnya, tapi lagi-lagi keramaian membuatku hanya mampu menahan rasa.
Hari itu begitu indah, begitu sempurna. Satu-satunya kekurangan hari itu hanyalah karena dia bukan lagi milikku, tapi aku bahagia dia masih mencintaiku.
Terima kasih sayangku.
Langganan:
Postingan (Atom)