Lega..... Ya, satu kata itulah yang mampu menggambarkan perasaanku setiap kali mendengar suaramu. Lembutnya nada suaramu selalu membuatku rindu, dan betah bicara berlama-lama denganku.
Jelas kurasakan betapa kamu wanita cerdas dengan bahasa yang mudah dicerna. Bersamamu semua terasa begitu mudah dan sederhana. Ketenangan sikapmu mengingatkan aku pada sosok seorang ibu yang penuh kasih, tempatku merengek, merajuk, bermanja-manja dan menjalani hidup yang terasa mengalir santai penuh damai. Mendengar suaramu serasa mengulang kisah lalu, saat kita saling jatuh hati dan saling terbuai.
Tak kupungkiri segurat penyesalan yang dalam datang menyiksa. Rasanya tak terima belahan jiwaku tak lagi milikku, tapi mendengar suaramu membuat aku merasa masih milikmu dan kamu milikku. Kamu membuatku merasa tak sendiri dan aku tak mau kehilangan semua ini.
Kamu ditakdirkan menghuni hatiku dan memiliki jiwaku. Aelamanya kamu adalah kekasih sejatiku dan akupun berharap kamu mau. Aku berharap rasa ini abadi di hatiku dan hatimu, tanpa seorangpun mampu mengubah semua itu.
Kamu ditakdirkan menghuni hatiku dan memiliki jiwaku. Aelamanya kamu adalah kekasih sejatiku dan akupun berharap kamu mau. Aku berharap rasa ini abadi di hatiku dan hatimu, tanpa seorangpun mampu mengubah semua itu.
Kutegaskan aku tetap bermimpi suatu hari, kamu akan kembali kumiliki, tanpa pernah kulepaskan lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar